Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) Sangat Membantu Guru dalam Mengajar

Bagi guru Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) sudah pasti tidak asing lagi sebab sebelum menjadi guru pun (guru yang mengajar dari tahun 2000an) sudah pasti mempelajari RPP sejak saat di bangku kuliahnya. Begitu masuk ke dunia kerja sebagai pendidika pasti sudah biasa membuat dan menggunakannya untuk proses pembelajaran yang dilaksanakannya.

Namun tidak semua guru yang mengajar di sekolah baik SD, MI, SMP, MTs, SMA, dan SMK berlatar belakang dunia pendidikan, banyak sarjana ekonomi, hukum, bahkan dari perbankan pun banyak yang menjadi pendidik di sekolah, Dengan motif yang bermacam-macam banyak diantara guru tersebut mengabdi walau bukan berasal dari perkuliahan juruasan pendidikan. Mungkin karena mereka sangat peduli dengan pendidikan sehingga mereka berani melepas kesempatan yang sesuai dengan keahliannya.

Bagi pendidik yang mengajar bukan dari jurusan pendidikan pun ternyata banyak pula diantaranya yang sangat bagus dalam mengajar. Namun mungkin untuk masa depan karir di masa depannya jika mereka hendak mengabdikan dirinya di dunia pendidikan harus ikut kuliah lagi di jurusan pendidikan agar karirnya sesuai atau linier. Tidak dapat dipungkiri, makin hari peraturan di dunia pendidikan makin mengikat, makin ketat, jika ingin mendapatkan sertifikasi maka harus linier dengan antara mata pelajaran yang diampu dengan ijazah yang dimiliki. Walau lama mengabdi jika tidak sesuai dengan peraturan susah berharap mendapatkan karir yang sesuai.

Kembali lagi ke RPP. RPP adalah sebuah dokumen, instrumen yang dibuat oleh pendidik untuk membantu guru tersebut dalam menjalankan tugasnya sebagai guru, agar proses pembelajaran yang dijalankannya dapat mencapai target kompetensi inti dan kompetensi dasar yang telah ditentukan.

Rencana Pelaksaan Pembelajaran Abad 21

Rencana Pelaksaan Pembelajaran Kurtilas revisi terbaru


Menurut Wikipedia: Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut.

Dengan rencana pelaksanaan pembelajaran di setiap pertemuan diharapkan para peserta didik dapat mencapai target pada KIKD dan guru yang mengajarkannya dapat mengajarakannya dengan sistematik dan terencana.

Siapa yang harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?

Yang bertugas untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran ya guru itu sendiri. Jika RPP dibuat oleh guru yang mengajarkannya pasti dalam aplikasinya akan lebih terjiwai atau lebih mendalaminya, karena betul-betul dikeluarkan dari idenya sendiri, jika dibuat sendiri pasti lebih menguasai seluruhnya, materi, metode dan segala komponen.

Jika mengajar mata pelajaran di satu pararel berbeda guru maka dapat ditentukan siapa yang bertugas membuat RPP tersebut saat rapat MGMP.

Namun pada kenyataannya guru banyak yang kekurangan waktu untuk membuat RPP tersebut. Biasanya guru selain mengajar pun, pasti mendapatkan tugas lain di sekolah tempat ia mengajar, seperti ada acara-acara besar di sekolah yang melibatkan guru sebagai panitianya. Sudah pasti dengan menjadi panitia akan terlibat rapat-rapat dan hal lainnya yang terjadi disekolah tersebut. Dengan banyaknya kegiatan otomatis waktu luang yang dapat digunakan untuk membuat RPP bisa tersita dan hilang, yang pada akhirnya Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP) jadi terbengkalai.

Namun jangan khawatir kami menyediakan RPP Kurikulum 2013 revisi terbaru yang dapat Anda gunakan untuk administrasi Anda di sekolah lengkap dengan Silabus, Program semester, program tahunan, analisis alokasi waktu dan lain sebagainya.
Apa manfaat RPP dalam pendidikan?

Kalau pada zaman dahulu guru tidak ada kewajiban untuk membuat RPP. Dengan semakin majunya zaman pendidikan pun semakin maju, guru kini tidak boleh mengajar hanya membawa buku saja, namun harus menyiapkan segala keperluan, instrumen, media dan segala yang berkaitan dengan setiap materi pembajaran yang akan disampaikan kepada para peserta didik.

RPP ini sangat bermanfaan untuk membuat proses pembelajaran berjalan sistematik, terarah, jelas metode dan pendekatan yang jelas agar para peserta didik betul-betul mencapai KD dan KI yang telah ditetapkan.

Sumber rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)


RPP selalu mengacu pada Silabus. Jadi sebelum membuat RPP Ibu dan Bapak guru harus memiliki Silabusnya terlebih dahulu. Penyusunan RPP tidak dapat terlepas dari silabus, semua yang dituangkan dalam RPP harus sesuai dengan RPP, atau istilah lainnya RPP adalah penjabaran atau pengembangan dari Silabus itu sendiri.

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)



RPP harus mengikuti pola yang ditetapkan oleh pemerintah atau peraturan pemerintah (permen). Setiap peraturan ada nomornya, maka guru harus membuat RPP yang sesuai dengan nomor tersebut. Komponen-komponen RPP setidaknya meliputi:

  1. Identitas mata pelajaran
  2. Standar kompetensi
  3. Kompetensi dasar
  4. Indikator pencapaian kompetensi
  5. Tujuan pembelajaran
  6. Materi ajar
  7. Alokasi waktu
  8. Metode pembelajaran
  9. Kegiatan pembelajaran
  10. Penilaian hasil belajar
  11. Sumber belajar

RPP Kurikulum 2013 sudah direvisi beberapa kali. Setiap tahunnya biasanya ada update yang pasti ada beberapa perbedaan yang harus diperhatikan oleh guru saat akan membuat RPP Kurikulum 2013 revisi terbaru.

RPPKurtilas.Com selalu berusaha untuk membantu para pendidik dengan selalu menyediakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan pereaturan pemerintah.